ANALISIS STATUS OPEN DEFECATION FREE (ODF)TERHADAP KETERSEDIAAN LAHAN DAN STATUSEKONOMI DI KECAMATAN SAGULUNGKOTA BATAM

Penulis: Ahmadi, Roni Saputra, Udin Kurniawan Aziz

Abstract:

Pelaksanaan Program STBM Pilar Satu di Kecamatan Sagulung Kota Batam yang dimulai dari Tahun 2018 secara keseluruhan masih belum terlaksana dengan maksimal dengan hasil yang masih jauh dari target SDG’s 2030 dan Surat Edaran (SE) Gubernur Kepulauan Riau No. 0168/106/SET tentang target akses universal sanitasi 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis status Open Defecation Free (ODF) terhadap ketersediaan lahan dan status tingkat ekonomi di Kecamatan Sagulung Kota Batam. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode kuantitaif dengan rancang bangun menggunakan cross sectional study. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sagulung pada bulan April – Mei 2020, sampel penelitian ditentukan dengan teknik sample random sampling yaitu sebanyak 90 sampel.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 6 Kelurahan yang ada di Kecamatan Sagulung terdapat 3 Kelurahan yang sudah terverifikasi ODF dan 3 Kelurahan belum terverifkasi ODF, dengan status mempunyai lahan untuk membangun jamban adalah sebanyak 25 sampel (27,8%) dan tidak mempunyai lahan untuk membangun jamban dan septik tank adalah sebanyak 65 sampel (72,2%) dengan nilai p-vlaue =0,585 sedangkan tingkat ekonomi dengan status baik adalah sebanyak 58 sampel (64,4%) dan buruk adalah sebanyak 32 sampel (35,6%) dengan nilai p-value =0,274.

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara ketersediaan lahan dan status ekonomi terhadap status ODF di Kecamatan Sagulung Kota Batam. Diperlukan pendekatan lain oleh Dinas Kesehatan Kota Batam dengan cara melakukan advocasi kepada pemerintah setempat untuk mempercepat pembangunan jamban komunal di Kecamatan Sagulung dan melakukan pendekatan kepada keluarga untuk berperilaku peduli kepada lingkungan, merubah daerah pesisir menjadi daerah wisata agar masyarakat malu untuk BAB sembarangan serta perlunya menggerakkan tokoh masyarakat untuk menerapkan kebijakan tertulis yang disepakati oleh masyarakat setempat untuk mendorong agar masyarakat tidak BAB di sembarang tempat lagi.

Kata kunci : Ketersediaan Lahan, Status Ekonomi, ODF

Diterbitkan di: Jurnal Kesehatan Ibnu Sina Vol 2 No 1

Link Artikel/DOI : http://ojs3.lppm-uis.org/index.php/J-KIS/article/view/109/107

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *